Jumat, 10 April 2015

Resensi dan Kutipan Film The Art of Getting By (2011)

Sebuah film yang aku suka.
Pertanyaan-pertanyaan mengenai hidup. Melawan mainstream hingga terkesan aneh. Ia dijauhi orang. Cerita yang disampaikan mengalir pelan. Sangat menikmatinya.
George Zinavoy (Freddie Highmore) tidak mempercayai atau melakukan apapun tugasnya. Tidak melakukan sama sekali tepatnya. Ia berpikir itu tidak mengubah sama sekali kehidupannya atau kehidupan yang lain.

Ia takut hidup.

Bakat terbesar George adalah menggambar dan melukis. Dan melalui coretan-coretan pena-nya, ia tumpahkan segala ke-pesimis-an hidup. Menggambar tanpa kenal waktu dan tempat. Di kelas; di kamar.

Ia bertemu dengan Sally Howe (Emma Roberts) di lantai atas gedung kampusnya. Ia menyelamatkan Sally dari hukuman karena kedapatan merokok. Namun buru-buru Sally membuang rokoknya dan George dengan segera menyalakan rokok.

Sally adalah anak dari seorang single parent. Ayahnya pergi meninggalkan ia dan ibunya.

Kehidupan orang tua yang sedikit buruk. Pengalaman yang berat.
Ayah tiri George memanfaatkan harga benda milik Ibunya untuk sesuatu; berjudi?. Hingga habis semua harta terjual atau tergadaikan. Termasuk apartemennya. Dari situ George mulai bangkit untuk memperbaiki keadaan. Ia lantas menerima pilihan untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru-gurunya agar ia bisa lulus kuliah. Tugas selama setahun dalam tiga minggu! Demi mendapat gelar sarjana dan penghidupan masa depan.

Apakah ia lulus? Jawabannya, IYA! Tidak ada yang mustahil!

Suatu ketika George memutuskan hubungan dengan sahabat kentalnya, Sally setelah Sally bercanda soal maukah ia (George) berhubungan seks dengannya. George tidak menyukai candaan itu. Ia berpaling. Tidak menjawab telepon Sally. Juga Dustin, senior di sekolahnya yang udah lulus dan jadi pelukis. Dustin pun memanfaakan momen itu untuk menjadikan Sally sebagai pacarnya. Dustin menyukai Sally sejak ia berkunjung ke tempat tinggalnya bersama George.

Namun akhirnya mereka bersatu kembali. Sally membatalkan untuk bepergian dengan Dustin ke Eropa. Ia mendatangi kampus dan menemui George di ruang seni. Lukisan George mendapat tanggapan positif dari guru seni-nya. Lukisan wajah Sally yang cantik. George menggandeng tangan Sally. Ending yang apik!


Oya, kupikir pemeran Vivian Sargent (ibu George -Rita Wilson-) mirip dengan seorang kawan, Aida Vyasa. Hehehe

Quote's
Kau berpikir ini sudah terlambat dan kau menjadi seorang fatalis (percaya nasib). Dan tidak akan peduli untuk apapun juga (berbuat apa-apa/melakukan sesuatu)
00:05:10

Saya memiliki masalah nyata.. Dengan Motivasi
~George 00:05:43

Sumber gambar dari google.

Surakarta, 22 Juni 2013 

7/10

Rabu, 08 April 2015

Kutipan Film Forbidden Kingdom (2008)

http://www.umsl.edu/~rwy7c/page2.htm
Raja Monyet (Wukong)
Lahir dari batu, di gunung yang terdapat buah dan bunga. Dengan senjata (tongkat) di tangannya, Chi-nya menjadi seperti api. Tongkatnya bertarung seperti sihir.
(16:38)

Tapi tanpa senjatamu kau bukanlah apa-apa bagaikan pertapa sendirian.
(21:56)

Anggur adalah inspirasiku. Dilain pihak, aku dikenal sebagai penyair. Dilain pihak, aku dikenal sebagai pengemis.
(23:50)

Bagaimana kau bisa mengisi cangkirmu, jika sudah penuh?
Bagaimana bisa kau belajar Kung Fu, jika sudah tahu banyak?
Kosongkan cangkirmu.
(32:27)

Dua harimau tak dapat hidup di gunung yang sama. Dua guru tak dapat mengajar murid yang sama.
(47:00)

Jika dia siap belajar Kung Fu, dia harus menguasai kecepatan, ketepatan dan tenaga.
(47:11)

Aturan pertama, tunjukkan hormat pada gurumu.
(48:26)

Jadi, bagaimana dengan dua harimau dan satu gunung?
Kita dapat membunuh masing-masing ketika ini sudah berakhir.

Kung Fu. Kerja keras setiap waktu untuk memenuhi kekuatanmu.
(48:49)

Pelukis bisa mempunyai Kung Fu. Atau tukang daging yang memotong daging setiap hari dengan kekuatan. Pisaunya tak pernah menyentuh tulang.
Pelajari bentuknya, tapi lihat dari sini. Dengar lagunya, pelajari semua dan lupakan semua. Pelajari caranya, ramal jalanmu.
(48:58)

Seorang musisi bisa punya Kung Fu. Atau penyair yang mengecat gambar dengan tulisan. Dan menggabungkan kekaisaran dengan nada, itulah Kung Fu.
(49:28)

Tak ada yang lebih lembut selain air. Namun, ini dapat mengatasi goyang. Tapi tak dapat berperang.
Tak berbentuk, tak bernama, jagoan sejati tinggal di dalam.
(49:41)

..kita harus tidak merasa benci dihadapannya, atau dia menang.
Jika kau bicara belas kasih untuk setan ini, kau harus pergi ke kuilmu dan berdoa.
(51:13)

Dendam bisa menemukan caranya sendiri untuk menyerangmu kembali.
(53:)

Mungkin hal yang bisa kulakukan dengan baik ialah berpura-pura tidak merindukannya.
(61:33)

Orang aneh, mengikuti orang aneh yang berharap menolong orang aneh.
(62:41)

Jika seseorang tidak menghubungkan dirinya ke keinginannya, maka hatinya tak akan pernah patah.
(67:33)

Aku lebih baik mati untuk mempedulikan seseorang, dari pada hidup abadi.
(67:55)

Dikatakan bahwa, guru dan murid berjalan langkah demi langkah. Untuk berbagi takdir mereka sampai alurnya berpisah.
(90:53)

Catatan:
Subtitle lebih lambat dari ucapan tokoh film 2-3 detik.

7/10

Resensi dan Kutipan-kutipan Film The Monkey King (2014)

http://bioskop25.blogspot.com/2014/04/the-monkey-king-2014.html
http://bentara.asia/blog/the-monkey-king-3d-versus-journey-to-the-west/

Ceritanya, zaman baheula terjadi peperangan dahsyat antara bangsa siluman dan dewa. Bangsa siluman menyerang Istana Langit untuk merebut kekuasaan para dewa. Namun upaya itu gagal. Salah satu siluman yang berambisi itu adalah Niu Mo Huang, Raja Siluman Kerbau (Aaron Kwok).

Siluman Kerbau hampir saja dibunuh oleh Kaisar Langit/Kaisar Giok, Yu Di (Chow Yun Fat), dewa yang berkuasa. Namun saudara perempuannya, Tie Shan Gongzu (Putri Kipas Besi, diperankan Joe Chen), menolongnya dan memintakan pengampunan karena ia mencintai Siluman Kerbau. Permintaan dikabulkan dan mereka berdua diusir ke bumi.

Oleh Dewi Nuwa (Zhang Zilin), semua kekacauan di Langit diperbaiki seperti semula. Kemudian membangun gerbang pertahanan untuk antisipasi serangan para siluman berikutnya. Dengan kristal-kristal ajaibnya, dalam sekejap semua seperti semua. Kemudian ia tanpa sengaja menjatuhkan sebuah kristal yang diketahui itu benih yang kelak lahirlah Sun Wukong, si Raja Kera.

Dari film ini aku mengetahui asal mula baju, topi, dan tongkat saktinya (tongkat Ruyi) berasal. Sun Wukong meminjam (mencuri/merampas) harta tersebut dari Dewa Laut.

Atas perintah Dewi Guan Yin Pu Sa (Dewi Welas Asih) (Kelly Chen), guru Bu Ti Zheng Ren (Baca : Pu Ti Cheng Ren, diperankan Hai Yitian) disuruhnya untuk mengajarkan ilmu kepada Sun Wukong. Dalam diri Wukong terdapat intisari/sifat dewa dan siluman.

Sun Wukong berkuasa di Gunung Hua Guo. Tempat di mana jatuhnya kristal Dewi Nuwa. Di sanalah ia bersama puluhan kera tinggal.

Tanda-tanda atau ramalan peperangan siluman dengan para dewa dimulai. Siluman Kerbau dengan taktiknya mengandalkan Sun Wukong untuk membantu memerangi dewa di Kayangan. Ia menghasut atau menanam kebencian pada Wukong. Sun Wukong terperangkap dalam hasutannya. Terlebih, Wukong terobsesi dengan ilmu "menghidupkan yang telah mati".

Sun Wukong membuat kekacauan di Istana Langit/Kayangan. Hal ini menyebabkan Tiga Bencana. Gunung Hua Guo tempat dia bersemayam musnah. Seperti sehabis bencana gunung meletus, hangus. Seluruh penghuni mati. Termasuk Ruxue, teman kecil Wukong selama ia berada dalam kristal. Wukong bersedih.

Lagi-lagi Siluman Kerbau menghasutnya, bahwa ulah Tentara Langit-lah bencana itu. Sejatinya itu adalah ulah Siluman Kerbau dan pasukannya. Wukong marah besar dan menyerang Langit. Menghancurkan Pintu Gerbang yang selama ini sebagai akses masuk ke Istana Langit.

Gila bener! Seorang Wukong bisa menghancurkan seluruh pasukan Tentara Langit. Pasukan Wukong berlipat ganda jumlahnya, hasil kloning rambutnya.

Di tengah pertempuran Wukong melawan Kaisar Langit yang menjelma Naga besar, ia melihat gurunya dibunuh oleh Siluman Kerbau. Kemudian ia tersadar, ia telah dihasut oleh Siluman Kerbau. Seluruh penduduk Gunung Hua Guo mati dengan meninggalkan cara kematian yang sama seperti kematian gurunya. Ia pun berbalik menyerang Siluman Kerbau.

Kaisar Langit tewas oleh Siluman Kerbau dalam duel. Siluman Kerbau bertambah kuat setelah memakai Kapak Sakti hasil tempa amarah dan kebencian para siluman.

Penjaga Gerbang Langit Selatan, Erlang pun merasa ditipu juga oleh Siluman Kerbau. Ia tersadar. Namun ia pun dibunuh Siluman Kerbau.

Wukong marah besar!

Pertempuran dahsyat tak terelakkan. Ditengah duel, ia mendapat tambahan motivasi dari Dewi Guan Yi. Kutipan motivasi tertulis di bawah. Wukong seperti terlahir kembali. Baju perang terpakai.

Siluman Kerbau menjelma Kerbau Raksasa. Wukong berubah menjadi Kera Raksasa. Adegan menjadi seru. Siluman Kerbau akhirnya dapat dikalahkan. Ia dilempar Wukong ke bumi dengan tanduk kanannya yang patah.

Ternyata sang Kaisar Langit tidak mati. Ia masih hidup.

http://i1.ytimg.com/vi/aHRbCTWDKGE/maxresdefault.jpg

Sementara adegan selanjutnya, Siluman Kerbau menjelma hewan kerbau berwarna putih dengan tanduk yang patah terikat pada sebuah pancang. Istrinya mendekati dan membawa anaknya yang kira-kira berumur 2-3 tahun. Padahal, ketika Siluman Kerbau berangkat perang ia masih dalam keadaan hamil. Bisa dibayangkan peperangan itu memakan waktu berapa lamanya? Istrinya menemani Siluman Kerbau. Sungguh kesetiaan yang luar biasa!

Kemudian Wukong berusaha memperbaiki Langit yang rusak parah. Perlu beberapa ratus tahun untuk memperbaikinya, ujar Kaisar Langit. Kemudian Sang Buddha; divisualkan sebuah patung yang besar, menghukum Wukong. Wukong dipenjara di Gunung Lima Jari selama 500 tahun. Itu adalah takdir yang harus diterima Wukong. Wukong menerima hukuman itu dengan senang hati untuk menebus kesalahannya. Inilah KARMA!

Wukong menanti misi agung. Menanti seseorang untuk membebaskannya. THE END.

* * *
Film ini lumayan buat referensi tambahan film-film Wukong sejenis. Grafisnya sangat bagus. Saya menyukainya.

Kutipan:
Jika kau terlahir untuk hidup, kau ditakdirkan merasakan kemalangan dan bencana. Jika kau terus berbuat jahat, apalah artinya hidup?

Hidup itu tak terduga. Semuanya diliputi kelahiran dan kematian. Bagai sumbu yang abadi "lahir kembali setelah mati". Itu adalah keberlanjutan. Itu adalah perpindahan.
(1:39:09)

7/10

Referensi atau review lainnya:
http://wuxia-sanzhuang.blogspot.com/2014/02/the-monkey-king.html
http://funtertainment-facts.blogspot.com/2014/01/movie-recommended-monkey-king.html
http://bentara.asia/blog/the-monkey-king-3d-versus-journey-to-the-west/
http://en.wikipedia.org/wiki/The_Monkey_King_%28film%29

Resensi Film Castaway on the Moon (2009)

 
Tak ada seorang pun mendengarnya
Mencari bahan untuk membuat Mie Kacang Hitam

Mengamati orang aneh di pulau asing yang ia sangka alien.

Kehidupan dan kesunyian.
Ditemukan petugas kebersihan sehabis badai hujan semalam
Ia menanam jagung. Bibit dari kotoran burung.
Bercakap-cakap mengusir kesunyian.
Menikmati Mie Kacang Hitam hasil keringat menanamnya.
Sehabis hujan badai semalaman. Runtuh dan hancur.
Ikan dari laut yang tak sengaja mati karena pembersih porselen ketika ia pake buat keramas.
Ada harapan
Film yang bagus dan keren menurut pengalamanku. Ada beberapa kesamaan dalam perjalanan hidupku(ceile). Sampai aku merasa ini adalah diriku yang sedang di-film-kan.

Ketika seseorang merasa down (awal cerita) dia pergi. Ingin mengakhiri segala hal kehidupan yang mungkin mulai terasa membosankan. Dia pilih menceburkan diri ke sungai dan berharap dia mati. Lalu terdampar pada sebuah tanah(pulau) yang menurutnya itu adalah pulau terpencil. Ini mengingatkanku pada novel Robinson Crusoe karya Daniel Defoe (http://en.wikipedia.org/wiki/Robinson_Crusoe). Dimana ia terdampar pada sebuah pulau yang benar-benar terpencil. Ia mencoba bertahan hidup dari pulau tersebut. Mencoba membuat rumah dan bertani. Menciptakan dunianya sendiri sampai akhirnya tokoh novel tersebut berhasil keluar dari pulau.

Aku suka film seperti ini. Aroma kesunyian. Cerita yang membangun imajinasiku melayang. Kau bisa bikin beberapa kisah sendiri di dalamnya. Tapi film ini terlalu singkat mengisahkan petualangan di pulau. Andai saja ada film lain tentang petualangan sunyi di pulau asing yang benar-benar asing, pasti menarik sekali.

Entah apa yang dilakukan tokoh perempuan di film ini. Tapi ini menarik sekali. Tumpukan sampah dalam kamar. Jarang keluar. Menikmati kehidupan sendiri. Sampai akhirnya ia menemukan sosok pria dalam pulau asing tersebut. Dan mulai mengamatinya. Kemudian mencarinya. Seperti ada perasaan yang sama pada kedua tokoh ini.

Endingnya lumayan mengharukan(untuk tidak menyebut biasa aja). Aku ingin mereka melanjutkan petualangan yang baru pada pulau asing lagi. Kalau saja dibuat kelanjutan filmnya. Pasti asyik!

Two thumbs!

Gambar diambil dari google.

Link serupa http://nurfaisyah.web.id/castaway-on-the-moon.html

8/10 

Kutipan Film The Grandmaster (2013)

Sama halnya dengan film yang aku sukai, film ini sangat recomended untuk ditonton. Film ini melengkapi dua film yang mengangkat sosok Ip Man, sosok yang dianggap Grandmaster Wing Chun; Ip Man dan Ip Man 2. Ada cukup banyak kutipan yang menarik sebagai bahan pembelajaran hidup. Filosofi Cina dan tradisi yang kental tentang beladiri yang hanya bisa diajarkan satu keluarga atau satu marga. Mirip dengan film Tai Chi (ada dua film Tai Chi; Zero dan Hero). Yang digarap sangat apik.

Film ini bertema beladiri, cinta, kesetiaan, hidup, tradisi dan lainnya. Bersetting tahun 1930, 1940, dan 1950-an.

Berikut beberapa kutipannya:

(01:51)
Jangan bilang seberapa hebat kau bertarung atau seberapa hebat gurumu atau membangga-banggakan jurusmu.

Kungfu, dua kata: mendatar dan tegak lurus. Berbuat kesalahan, mendatar. Berdiri tegak, dan kau menang.

(10:22)
Jika hidup ini punya musim, 40 tahun pertama hidupku adalah musim semi.

(16:23)
Saat seorang pria menginjak usia 40, dia perlu memastikan segalanya..

(19:52)
Apinya harus cukup besar untuk mendidihkan gulai. Terlalu kecil, rasanya kurang. Terlalu besar, gulainya jadi gosong. Ada pelajaran di dalamnya. ..tunggu sampai api memakan kayu ini.

Api ini perlu kayu bakar baru.

(21:22)
Jangan ikuti kebanyakan orang. Jika yang tua tak pernah mengalah, kapan yang muda akan berkesempatan?

(21:54)
Kemenangan adalah segalanya. Tapi hidup lebih dari itu. Pandanglah lebih jauh, melewati pegunungan maka dunia akan terbentang. Tidak mampu melihat kebaikan orang dan tidak mengakui kemampuan mereka itu artinya kurang bijak.

(23:30)
Dalam hidup, kemampuan bukanlah segalanya. Ada yang mekar dalam cahaya. Ada yang mekar dalam  gelap. Waktu membentuk diri kita.

(28:00)
..setiap tantangan bermuara pada tingkat yang lebih tinggi.

(34:49)
Dunia adalah tempat yang besar. Mengapa dibatasi menjadi Utara dan Selatan? Hal itu mengekang. Bagimu, kue ini adalan negeri ini. Bagiku kue itu lebih dari itu. Bebaskan diri dari yang kau tahu, dan kau akan lebih banyak tahu.

(40:44)
Kungfu adalah soal ketepatan.

(1:08:33)
Lebih baik maju daripada berhenti.

(1:12:43)
Kau punya keyakinan. Kau percaya diri. Itu membuatmu terhindar dari kesulitan.

Wing Chun
Tiga jurus dasar: menusuk, menjepit dan melindungi.

Bentuk
Konsep: Jembatan, dan Jari Pemanah.

Senjata: Pisau bermata dua, dan tongkat 6 setengah hasta.

Tidak melakukan penekukan tulang dan tenaga dalam. Tidak mengajari (para) pengembara dan penari singa. Mengapa tidak? Kungfu bukan pertunjukan yang remeh. Jadi aku tak mengajar(i) pengembara. Penari singa melompat saat ada petasan. Mereka selalu berkelahi dan berlagak sombong demi sedikit uang.

(1:22:44)
..tak ada beladiri yang lebih tinggi dari langit. Tak ada pemberian yang lebih padat daripada bumi. Tak ada yang abadi, begitulah adanya.

(1:24:06)
Orang-orang, mereka berubah seiring waktu. Memakai sepatu yang serasi dan celana dalam yang nyaman. Di Hong Kong, aku hanya mampu membeli rokok ini. Sedangkan di kampungku, aku merokok rokok Manchuria. Itu baru merokok. Bersikaplah yang sopan, lemah lembut, dan cermat dalam bertindak.

Sopan adalah kata kuncinya. Anggap saja aku sedang merokok. Seseorang duduk. Aku berbasa-basi padanya: "Silakan merokok." Walaupun dia tak merokok, dia harus menerima atau dia membuatku kehilangan muka.

(1:26:06)
Beberapa hal mekar di tempat terang yang lainnya dalam kegelapan. Wajah perguruan harus tak tercela. Darah hanya boleh mengalir dalam gelap. Jika tidak, jika ia mengotori wajah maka perguruan akan musnah. Wajah menawarkan rokok. Kerja kotor dilakukan dalam gelap.

(1:27:22)
Kita sendiri yang membuat keputusan dalam hidup. Haruskah kita pulang atau tetap menunggu?

(1:45:56)
Cinta memang begitu, hanya impian. Ada yang mengatakan tak ada alat musik yang seindah suara manusia.

(1:47:47)
Ada pepatah di Utara mengatakan, seekor harimau tak pernah meninggalkan gunung. Kita berdua telah hidup di negeri asing. Aku sangat lelah. Aku ingin pulang.

(1:48:56)
Mengatakan tak ada penyelasan dalam hidup sama saja membodohi diri sendiri. Betapa membosankannya hidup tanpa penyesalan.

(1:49:39)
Mencintai bukanlah kejahatan.

(1:50:34)
Hidup sama dengan bermain catur. Satu langkah bisa membuatmu bertahan. Apa yang kita miliki adalah takdir semata.

(1:50:57)
..jangan pernah menyerah terhadap keyakinanmu. Jaga cahayanya tetap menyala.

(1:52:15)
Ayahku bilang belajar punya tiga tahap; Melihat, Mengetahui, Melakukan.

(1:55:27)
Zaman menawarkan dua pilihan: tetap atau lanjut.

(1:56:15)
Di zaman Kekaisaran, aku adalah seorang algojo. Di masa Republik, aku kehilangan pekerjaanku. Jika Master Gong tak membawaku, aku akan berakhir di selokan seperti anjing. Dia tak pernah merendahkanku.

(1:57:06)
Bagi seorang wanita, mengucap sumpah bagaikan menerima kematian.

(1:59:18)
Seperti ayahnya, Gong Er tak pernah kalah.Dia hanya kalah pada dirinya.

(2:04:17)
Mereka bilang aku mempupolerkan Wing Chun. Kuharap mereka benar. Aku tak pernah melakukannya demi ketenaran. Beladiri milik semua orang. Kita semua dalam perjalanan yang sama. Semuanya kembali pada dua kata itu: mendatar dan ke atas.

(2:05:51)
Ip Man adalah inspirasi bagi yang lainnya. Berkat dia, obor Wing Chun telah diarak keliling dunia.

SEKIAN

* ) Ekohm Abiyasa

Gambar-gambar (diambil dari berbagai sumber)
 http://beautifulbrowngirls.com/2013/08/30/bbg-film-review-the-grandmaster/
 http://nerdophiles.com/2013/08/31/the-grandmaster-is-beautiful-but-flawed/
http://themovieblog.com/2014/martin-scorsese-interviews-the-grandmaster-director-wong-kar-wai/
https://trailers.apple.com/trailers/weinstein/thegrandmaster/
http://www.vulture.com/2013/08/movie-review-wong-kar-wai-the-grandmaster.html

7/10

Saya copas dari blog Ekohm, http://ekohm.blogspot.com/2014/03/kutipan-kutipan-film-grandmaster-2013.html