Tampilkan postingan dengan label Catatan Sepi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Sepi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

Hidup Penuh Warna

Hidup selalu berwarna. Itu terjadi pada siapa saja. Coba renungkan ketika menjelang tidur. Ketika otak menghitung laba-rugi dunia. Perbuatan apa yang terjadi seharian tadi. Kesalahan-kesalahan apa saja yang pernah dilakukan?

Hidup berwarna: hitam-putih (atau warna apa pun) bergantian menyelimuti ruh dan tubuh.

Apakah kendalinya? HATI.

Saya cuplikkan sepenggal lirik lagu "Luar Biasa" milik band Harmoni Amourest yang beberapa waktu lalu launching album perdana (berisi 8 lagu) di balai Soedjatmoko Solo.

"hidup ini indah penuh warna-warni
tetaplah melangkah dan selalu tersenyum.."

Tonton videonya Harmoni Amourest - Luar Biasa (Video teaser film "ILUSI" karya Sito Fossy Biosa)

Selasa, 12 Mei 2015

Hiatus Dulu

Saya akan hiatus (rehat dari online) untuk waktu yang belum bisa saya tentukan. Jadi kontennya akan sampai di sini dulu. Kalau-kalau saya luang, insya Allah akan saya update lagi.

Mohon maaf untuk kesalahan yang saya sengaja maupun tidak.

Semoga kita berjumpa lagi. Selamat malam :)

*Untuk bisa berkontak, bisa menghubungi saya via telepon/SMS 0877 3484 3401.

Selasa, 28 April 2015

Kapan Bacanya?

Buku-buku bacaan tak selesai-selesai dibaca. Hanya menjadi pajangan dan kebanggaan. Pemenuh tas yang kosong. Sementara otak hanya berisi status-status Facebook yang lalu-lalang kayak kendaran di jalan raya. Tulisan-tulisan di Facebook pun cuma dilihat saja. Kemudian kasih Like, kemudian berlalu begitu saja. Mengamati sekilas tulisan/status yang lain. Fiuh!

Sabtu, 07 Maret 2015

Kosong adalah Isi, Hidup yang Sunyi

Mungkin aku benar-benar butuh psikolog spesial yang pintar menyembunyikan permasalahanku atau keluh kesahku. Aku tidak suka terlalu umbar aib diri. Siapa pula yang suka? Gila kali. Rasanya aku bisa menangkap perihal-perihal "depan" atau kejadian sebelum terjadi beberapa saat. Mungkin itu hanya firasatku saja. Benar firasat saja. Ah gila aku menyombongkan diri. Seringkali memang telingaku berdenging sendiri. Kutangkap sesuara yang mendekat. Namun pula ada yang luput dari radar telingaku ini. Suara-suara besar yang orang tahu.

Hahah.. Hanya sebagian kecil saja aku tahu.

Ada kalimat "kosong adalah isi, isi adalah kosong" coba saja engkau praktekkan. Dalam kamar sunyimu, hening tengah malam atau pagi buta benar. Engkau tangkap suara sedapatnya. Kemudian rinci lagi suara-suara itu.

Suara apakah? Gemericik air kolam/kran, suara kucing mengeong, suara kaki melangkah, suara tikus berdecit, suara setan yang tertawa atau suara turunnya malaikat mencatat aktivitas yang kaulakukan.

Semakin lama tajam juga pendengaranmu.

Mungkin aku benar-benar ingin mengakhiri hidup di alam kasat ini. Sudah pas rasanya aku ingin bertemu dengan Sang Pencipta. Namun ganjalan masih besar di kepala dan mataku. Terbayang api neraka menyala-nyala begitu hebat.

Membakarku!

Seberapa besar amal kebaikanku sampai aku harus mengakhirinya? *jawab sendiri*

Lantas pantaskah orang saling memicingkan mata, atau hanya mata hati mereka saja yang buta?

Hatiku pun bisa buta, mengapa mereka tidak?!

Mungkin segalanya memang indah pada waktunya. Semoga kelak, benar-benar aku jumpai Sang Arsitek tubuh manusia dan alam jagat (maya) ini tanpa berlama-lama bercengkerama dengan api neraka.

Whatsapp!!

Aionet Jakal KM 14 Jogja, Selasa dini hari 18 September 2012

*Saya copas dari blog Ekohm. Dengan penyuntingan.